Minggu, 29 Agustus 2010

Perbedaan Otak laki-laki dengan otak perempuan


Michael Guriaan dalam bukunya What Could He Be Thinking? How a Man’s Mind Really Works menjelaskan, perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan terletak pada ukuran bagian-bagian otak, bagaimana bagian itu berhubungan serta cara kerjanya. Perbedaan mendasar antarkedua jenis kelamin itu adalah:

1. Perbedaan spasial


Pada laki-laki otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekali mengutak-atik kendaraan.

2. Perbedaan verbal

Daerah korteks otak pria lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerah korteksnya untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil seperempat ketimbang otak perempuan. Bila otak pria hanya menggunakan belahan otak kanan, otak perempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang pria. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata!

3. Perbedaan bahan kimia

Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selain itu, otak perempuan juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusia dengan manusia lain atau dengan benda lebih banyak. Dua hal inimempengaruhi kecenderungan biologis otak pria untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbang bicara. Ini berbeda dengan perempuan.

4. Memori lebih kecil


Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar ketimbang pada otak pria. Ini bisa menjawab pertanyaan kenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail.

Rabu, 23 Juni 2010

MANFAAT BAWANG PUTIH


A. Sekilas Tentang Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung.
B. Klasifikasi Bawang Putih
Klasifikasi bawang putih, yaitu :
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Allium
Jenis : Allium sativum
C. Kandungan Kimia dan Sifat Kimiawi Bawang Putih
Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptik. Kandungan allicin dan aliin berkaitan dengan daya anti kolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan lain-lain. Umbi batang mengandung zat-zat:
1. Kalsium : bersifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah hipertensi.
2. Saltivine : bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan sel saraf.
3. Diallysulfide, alilpropil-disulfida : anti cacing.
4. Belerang
5. Protein6. Lemak
7. Fosfor
8. Besi
9. Vitamin A, B1 dan C.
D. Manfaat Bawang Putih
Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai berikut :
a. Bawang putih Flu dan Batuk.
Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang tumbuk dalam minyak membunuh bukan hanya membunuh rhinivirus tipe 2 (penyebab umun flu), tetapi juga membunuh 2 macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum lainnya.
Bagaimana cara memanfaatkannya? Makanlah bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau tambahkan bawang putih pada masakan. Anda juga dapat membuat obat batuk dengan resep ini : Hancurkan bawang dan masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat.
b. Bawang Putih dan Kolesterol
Sekarang ada lebih dari 12 studi yang dipublikasikan di seluruh dunia yang memastikan bahwa bawang putih dalam berbagai bentuk dapat menurunkan kolesterol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bawang ini dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawatan.
c. Bawang Putih dan Kanker
Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.
d. Bawang Putih dan Kehamilan
Riset terbaru menunjukkan bahwa menkonsumsi bawang putih selama kehamilan mengurangi resiko komplikasi kehamilan pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein dalam urine). Studi–studi juga mengungkapkan bahwa bawang putih juga membantu menaikkan lambatnya berat badan bayi yang terlalu kecil. Riset dilakukan oleh Dr. D. Sooranna, Ms J. Hirani dan Dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan Gynaecology, Chelsea dan Westminster Hospital in London UK. Mereka menyimpulkan bahwa walaupun pre-eclampsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks, mengkonsumsi tablet bawang putih secara standar selama masa kehamilan dapat mengurangi kemungkinan–kemungkinan komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada kelambatan pertumbuhan pada bayi dan pre-eclampsia, kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira–kira satu diantara sepuluh kehamilan.
Eksperimen menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak bawang putih pada sel–sel plaasenta yang kemungkinan menderita kondisi–kondisi tersebut terbukti dapat menstimulasi pertumbuhan. Lebih jauh lagi, kegiatan enzim–enzim penting yang berkurang pada kehamilan tidak normal juga sangat meningkat dengan diberikannya bawang putih.
e. Sebagai Penyembuh Wasir
Pertama bersihkan dulu daerah anus dan sekitarnya dengan air hangat dan sabun, oleskan jus/beberapa siung bawang putih yang sudah dimemarkan sebanyak 3-5 kali pada anus yang telah dibersihkan, tunggu beberapa menit lalu bersihkan.
f. Meningkatkan Stamina
Setelah dikaji secara mendalam, ternyata bawang putih dapat menjadi sumber stamina dan kekuatan fisik yang tinggi. Walaupun sebelumnya mereka jarang sekali sakit, tiba-tiba mereka mudah terserang flu, orang – orang seperti inilah yang terutama membutuhkan daya pembangun stamina yang terdapat di bawang putih. Orang-orang yang mudah lelah seharusnya menambah stamina mereka dengan makan sedikit bawang putih setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Caranya, bisa kita campurkan dalam olahan masakan kita dan menelannya.
g. Mengontrol Gejala Diabetes
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit bawaan yang ditandai oleh tak cukupnya insulin di dalam tubuh, sebagai akibat kelebihan gula di dalam darah dan urine, serta kelaparan yang hebat dan kehausan. Penderitanya selalu ingin makan yang manis-manis, dan walaupun ia suka makan yang manis-manis dan makanan lainnya, berat badan cenderung berkurang. Gejala utamanya, menurunnya daya tahan tubuh terhadap kuman dan bakteri gangguan kulit serta berkurangnya gairah seksual, penyakit usus dan pembuluh darah. Penggunaan bawang putih secara bijaksana dalam diet merupakan salah satu cara mendapatkan manfaat terbesar dari makanan yang dimakan dengan demikian menyumbang pada kondisi tubuh yang baik.
E. Pengaruh Pemakaian Bawang Putih
Akibat mengkonsumsi bawang putih terlalu banyak membuat napas kita menjadi bau, untuk menghilangjkannya kita dapat melakukan cara –cara berikut ini :
1. Meminum air teh kental atau kopi setelah mengkonsunsi bawang putih
2. Memakan kulit limau dengan cara dikunyah
3. Mengimbangi dengan makanan yang terbuat dari protein, hati, dan telor
4. Menggunakan bawang putih dengan cara direbus terlebih dahulu atau dijadikan acar
Dalam mengkonsumsi bawang putih sebaiknya tidak dimakan mentah, karena dapat mengganggu lambung. Oleh karena itu dianjurkan agar bawang putih terlebih dahulu direbus, digoreng, atau dipanggang dulu sebelum makan. Tetapi bawang putih tidak boleh digunakan dalam bentuk apapun sewaktu terdapat serangan penyakit di bagian perut dan usus besar.

Sabtu, 08 Mei 2010

STRUKTUR KLOROPLAST



Keterangan bagan :
a. Proplastida, dengan membrane luar dan membrane dalamnya.
b. Membran dalam mengalami evaginasi membentuk tunas-tunas vesikula.
c. Proplastida membesar, diikuti dengan fusi dari beberapa tunas-tunas vesikula membentuk vesikula tilakoid pipih.
d. Beberapa vesikula tilakoid pipih menumpuk membentuk grana.
e. Proplastida yang semakin membesar menyebabkan tilakoid semakin jelas dan tumpukan grana menjadi tebal dan membesar.
Perkembangan kloroplas dari proplastida memiliki jalur yang berbeda ketika sintesa klorofil terhambat oleh inhibitor atau mengalami defisiensi mineral. Inhibitor sintesa klorofil, antara lain etiolase, mutase atau adanya streptomisin. Dalam kondisi ini, proplastida sebelum membentuk lamella, akan membentuk jala di dalam kloroplas, yang mengarah pembentukan prolamellar.
STRUKTUR KLOROPLAS
a. Bentuk
Bentuk kloroplas sangat bervariasi antara sel meskipun pada spesies yang sama. Bentuk kloroplas dapat bermacam-macam, misalnya bulat, cakram, tongkat, mangkuk, bentuk filament maupun bentuk lensa (bikonvek/plankonveks). Bentuk kloroplas yang beranekaragam ditemukan pada ganggang (algae). Kloroplast berbentuk jala ditemukan pada Cladophora, berbentuk pita spiral pada Spirogyra.
b. Ukuran
Ukuran kloroplast bervariasi. Garis tengah lensa tersebut 2 – 6 µm. sedangkan tebalnya 0,5 – 1,0 µm. Kloroplas sel poliploid lebih besar daripada sel diploid. Tumbuhan yang hidup tidak langsung mendapat sinar matahari, kloroplasnya lebih besar daripada yang mendapat sinar langsung dan juga lebih banyak mengandung klorofil. Jika dilihat dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran yang paling kuat, kloroplas sering terlibat berbentuk butir. Begian-bagian yang terlihat nerwarna tua disebut grana. Sedangkan bagian-bagian yang berwarna lebih muda disebut stroma.
c. Distribusi
Pada daun tumbuhan tingkat tinggi kloroplas banyak ditemukan dalam 2 jaringan, yakni jaringan mesofil palisade dan mesofil spong. Kloroplas kadang-kadang tersebar merata pada sitoplasma, tetapi dijumpai pula mengelompok dekat inti atau di dekat membrane sel. Distribusi dan orientasi kloroplas dalam sel berhubungan dengan jumlah energi matahari. Di dalam sel, kloroplas dapat bergerak pasif melalui aliran sitoplasma dan dapat pula bergerak melalui gerakan aktif melalui gerakan amoeboid atau gerak kontraktil.
Kloroplas merupakan osmometer yang sangat rapuh. Sebentar saj berada dalam air mendidih berakibatnya pecahnya bungkus luar.
Kloroplas juga memiliki resistensi terhadap perubahan nilai esmotik dan terhadap fiksatif lebih besar. Ciri ini membedakan kloroplas dengan plastida lainnya dan mitokondria.
d. Jumlah
Jumlah kloroplas dalam sel relative konstan. Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat 20-40 kloroplas. Kloroplas dapat mengalami pembelahan untuk memenuhi jumlah yang dibutuhkan dan dapat mengalami degenerasi untuk mengurangi jumlah yang ada.

Minggu, 08 November 2009

SISTEM SIRKULASI


Definisi/Pengertian Darah, Plasma Darah dan Fungsi Alat Sistem Transportasi Manusia
Mon, 21/04/2008 - 2:17am — godam64
Kira-kira dua pertiga dari berat darah adalah cairan transparan yang dikenal sebagai plasma. Plasma ini adalah koloid yang terdiri dari 90% air dan 7% protein. Protein plasma ini terdiri dari albumin (4-5%), globulin (2-2.5%) dan fibrinogen (0,3-0,4%). Selain itu plasma mengandung garam anorganik (0,9%) dan senyawa organik terlarut lainnya (2,1%). Sepertiga bagian darah sisanya terutama terdiri dari hemoglobin. Hemoglobin ini sebetulnya adalah protein yang paling banyak terdapat dalam darah, kira-kira terdapat sebanyak 10% dalam darah, atau kira-kira 50% dari bahan kering darah.
Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya sistem transportasi dengan darah.
Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter.
Fungsi Darah Pada Tubuh Manusia :
1. Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
2. Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
3. Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
4. Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
5. Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
6. Menjaga suhu temperatur tubuh
7. Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku
8. Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.
Darah cair atau plasma darah adalah cairan darah berbentuk butiran-butiran darah. Di dalamnya terkandung benang-benang fibrin / fibrinogen yang berguna untuk menutup luka yang terbuka.
Isi Kandungan Plasma Darah Manusia :
1. Gas oksigen, nitrogen dan karbondioksida
2. Protein seperti fibrinogen, albumin dan globulin
3. Enzin
4. Antibodi
5. Hormon
6. Urea
7. Asam urat
8. Sari makanan dan mineral seperti glukosa, gliserin, asam lemak, asam amino, kolesterol, dsb.
Mempelajari mineral yang dibutuhkan oleh tanaman
Metode untuk mempelajari nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman biasanya termasuk dalam pemeliharaan tanaman, mineral terlarut. Metode ini dibutuhkan dalam pemurnian air dan garam serta prosedur lain unuk memurnikan kontaminan.
Pada pertengahan abad ke-19 J. Sachs, dengan beberapa pemikiran kontemporernya, tertarik dengan nutrient minimal yang dibutuhkan oleh tanaman.
Diakui, ini memang sulit untuk mempelajari hal yang sekompleks mempelajari tanah, Sachs melakukan eksperimen yang menggunakan beberapa akar tanaman yang ditumbuhkan dalam media yang bukan tanah tetapi dalam media air yang mengandung garam mineral. Dengan sistem yang sederhana ini, Sachs dapat mendemonsrasikan pertumbuhan tanaman hingga matang pada larutan nutrien yang mengandung enam garam inorganik (Tabel 4.1). variasi pada percobaan Sachs dikenal sebagai hidroponik (menumbuhkan tanaman dalam nutien cair), prinsip eksperimen ini sekarang digunakan untuk mempelajari nutrisi yang dibutuhkann oleh tanaman. Hidroponik juga sukses digunakan dalam produksi tanaman komersial seperti letus, toamt, dan mentimun.

Sabtu, 07 November 2009

Fotosintesis

ASIMILASI KARBON



Fotosintesis merupakan aktivitas yang merubah karbon anorganik (CO2) menjadi karbon organik oleh organisme berklorofil dengan adanya energi cahaya. Walaupun kadar karbon anorganik (CO2) di udara relatif kecil (360 ppm), namun lewat proses fotosintesis mampu menyediakan sumber karbon organik (karbohidrat) bagi semua kehidupan organisme di planet bumi ini.

Fotosinasis merupakan proses penting dalam memerankan siklus karbon dan memelihara level CO2 di atmosfer sekaligus dalam waktu bersamaan juga memerankan siklus oksigen. Semua proses fotosintesis organisme eukariotik bersifat oksigenik sedang pada organisme prokariotik (hanya “blue green” algae/cyanobacteria memproduksi oksigen), bakteri fotosintetik bersifat anoksigenik.
CO2 + H2S (CH2O)n + H2O + S
Oksigenik fotosintesis pada organisme eukariotik berlangsung di dalam kloroplas, pada sel tumbuhan terdapat sejumlah kloroplas yng berbeda-beda mulai dari kromofor (kloroplas) tunggal hingga bermacam-macam kloroplas tergantung dari spesies tumbuhan dan kondisi pertumbuhannya (intensitas cahaya).

Kloroplas merupakan organ sel berbentuk diskoid berdiameter 4-10 µm dengan ketebalan 1 µm, dikelilingi dua membran membentuk amplop (pembungkus) dengan dua ruang yaitu stroma dan sistem lamella. Sistem lamella terdiri dari beberapa visikel yang disebut tilakoid dengan ruang yang saling berhubungan dan tersusun dalam tumpukan grana. Tumpukan grana yang berlainan dihubungkan oleh jembatan membran yang disebut lamella stroma. Tilakoid ini mengandung klorofil dan karier elektron dan disini energi cahaya dikonversi menjadi energi kimia sebagai reaksi terang.

Cahaya diabsorbsi tanaman oleh pigmen khusus yaitu klorofil a & b, pigmen lain ialah karotenoid (fikosantin pada Phaeophyceae atau ganggang coklat dan piridimin pada dinoflagella), sedang beberapa algae misal Cyanobacteria ialah ficobilin dan bakterioklorofil pada bakteri.
Beberapa energi cahaya diserap oleh b karotin dan lutein (hingga 40%) lalu ditransfer ke klorofil (a), oleh karena itu juga berperan melindungi klorofil dari kerusakan fotooksidasi.

Klorofil merupakan senyawa porfirin dengan bagian kepala berupa tetrapirol dan bagian ekor berupa senyawa fitol yang terikat pada senyawa pirol. Karena senyawa fitol yang panjang tersebut menyebabkan klorofil bersifat sangat hidrofobik. Pada tetrapirol ( A B C D ) dijumpai gugus metil (-CH3) pada B sebagai klorofil a, sedang bila gugus metil tersebut digantikan oleh aldehid (-CHO) sebagai klorofil b.

Pertumbuhan tanaman



PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:

1. Pertumbuhan primer

Sebagian besar tumbuhan terus mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya; keadaan ini dikenal dengan pertumbuhan tak terbatas. Hal tersebut berbeda dengan sifat pertumbuhan pada hewan yang digolongkan sebagai pertumbuhan terbatas, dimana pertumbuhan terhenti setelah individu mencapai ukuran tertentu. Perbedaan sifat pertumbuhan ini merupakan salah satu pembeda yang penting antara kedua kelompok tersebut. Dalam hidupnya pada umumnya hewan melakukan perpindahan tempat, sementara tumbuhan tetap di suatu tempat. Sifat ini memaksa tumbuhan untuk terus meningkatkan perolehan cahaya matahari, udara serta tanah selama hidupnya. Sifat pertumbuhan tak terbatas bukan berarti bahwa tumbuhan tidak dapat mati. Pertumbuhan primer terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.

Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan

Gbr. Embrio Tumbuhan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.

Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.